WAH PARAH!! Suami Banting Tulang Cari Nafkah, Istri Malah Enak-enakan Mendesah Sama Tetangga

IS (baju kotak-kotak) dan IN di Balai Desa Bangunjaya setelah digerebek suami sendiri di tempat kos. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

INI kisah klasik dalam dunia tenaga kerja kita. Suami jadi tenaga kerja luar negeri (TKI), istri di rumah cari “tenaga kuda” dari tetangga. Nah, gara-gara itu Wiyanti, 28, dan pasangan mesumnya Mursid, 40, digerebek warga dan dikenakan sanksi hukum adat.

Dampak sosial ekspor TKI ke luar negeri tak pernah ada habisnya. Suami kerja banting tulang di manca Negara, istri di rumah “banting-bantingan” dengan lelaki lain. Itu masih mending, banyak pula TKI kita yang pulang tinggal nama, karena mati dieksekusi di Timur Tengah atau Malaysia. Tapi pemerintah sangat berat menyetop ekspor babuwan dan babuwati, karena itu juga sumber devisa Negara.



Wiyanti warga Desa Manyang, Lhoksukon, Aceh Utara; merupakan korban yang ke sekian dari kebijakan pemerintah Orde Baru hingga reformasi ini. Selama suaminya kerja di Malaysia memang isi perut terjamin. Tapi yang di bawah perut, ini sangat menderita. Mengingat itu kebutuhan mendasar dari setiap manusia, Wiyanti pun mencoba cari PIL yang dikiranya aman untuk yang di bawah lambung dan tidak bikin deg-degan.

Terus terang, sejak Hakim, 35, bekerja jadi TKI di Malaysia, Wiyanti menjadi kesepian dalam sehari-hari. Secara ekonomi memang menjadi terjamin. Tapi apakah kebutuhan dasar manusia dewasa hanya itu? Sebagai wanita muda dan enerjik, dia tentu saja tak hanya butuh materil, tapi juga onderdil. Namun sayang seribu kali sayang, semenjak Hakim di Malaysia dia tak pernah lagi menjalani kegiatan yang sangat signifian tersebut.

Belum ada Komentar untuk "WAH PARAH!! Suami Banting Tulang Cari Nafkah, Istri Malah Enak-enakan Mendesah Sama Tetangga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel